Lampung Selatan, buanaimformasi.tv — Pemerintah Provinsi Lampung memulai Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Tahun 2026 melalui kegiatan groundbreaking yang dilaksanakan di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan yang mewakili Gubernur Lampung.
Program ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian untuk memperkuat ketersediaan protein hewani berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Provinsi Lampung menjadi salah satu dari enam wilayah tahap pertama yang melaksanakan proyek hilirisasi ayam terintegrasi di Indonesia.
Dalam sambutan tertulis Gubernur Lampung yang dibacakan oleh Sekdaprov, disampaikan bahwa program ini sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan pangan dan perbaikan gizi sebagai prioritas pembangunan nasional. Program tersebut juga mendukung agenda Asta Cita, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi masyarakat.
Pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengubah arah pembangunan ekonomi daerah agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat Lampung.
Program tersebut mencakup pembangunan beberapa fasilitas utama yang membentuk ekosistem peternakan modern dari hulu hingga hilir, antara lain:
pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas sekitar 2.000 ekor per jam,
pembangunan cold storage berkapasitas sekitar 50 ton,
pengembangan parent stock dan hatchery ayam,
pembangunan pabrik pakan ternak,
serta pembangunan pabrik pengolahan tepung telur.
Melalui ekosistem peternakan terintegrasi tersebut, diharapkan Lampung tidak hanya menjadi daerah penghasil bahan mentah, tetapi juga mampu mengembangkan industri pengolahan hasil peternakan yang memberikan nilai tambah ekonomi lebih besar bagi daerah dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Selain memperkuat industri peternakan, program ini juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional serta memastikan ketersediaan protein hewani yang stabil bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Lampung mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, BUMN, pelaku usaha, hingga peternak, untuk bersinergi agar program hilirisasi ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.