Jakarta, buanainformasi.tv – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi) mencermati perkembangan yang terjadi di Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk pergantian pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo Subianto serta pemberitaan mengenai penjemputan mantan pimpinan BGN oleh aparat penegak hukum.
Jupnas Gizi menyampaikan keprihatinan atas situasi yang berkembang dan berharap seluruh proses hukum yang sedang berlangsung dapat dilaksanakan secara profesional, transparan, objektif, serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Organisasi ini menegaskan bahwa setiap proses penegakan hukum harus dihormati dan diberikan ruang untuk berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai organisasi yang fokus pada isu ketahanan pangan dan gizi nasional, Jupnas Gizi menilai stabilitas kelembagaan BGN sangat penting untuk menjaga keberlanjutan berbagai program strategis pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Jupnas Gizi juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan BGN sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan dalam membangun fondasi kelembagaan BGN serta mengawal implementasi berbagai program nasional di bidang gizi. Organisasi ini berharap seluruh dinamika yang terjadi tidak menghambat keberlangsungan pelayanan dan manfaat program bagi masyarakat.
Ketua Umum Forum Jurnalis Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi), Rival Achmad Labbaika, mengatakan bahwa situasi yang terjadi harus menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola kelembagaan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor gizi nasional.
“Kami prihatin atas situasi yang sedang berkembang di Badan Gizi Nasional. Namun kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan optimal dan tidak boleh terganggu oleh dinamika yang terjadi di tingkat pimpinan,” ujar Rival Achmad Labbaika.
Lebih lanjut, Rival menilai pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses organisasi yang harus dimaknai sebagai upaya memperkuat efektivitas pelaksanaan program nasional.
“Atas nama keluarga besar Jupnas Gizi, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang atas amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Kami juga mengucapkan selamat kepada jajaran Wakil Kepala BGN yang baru.
Kami berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas, memperluas manfaat program, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan dan gizi,” katanya.
Menurut Rival, tantangan ketahanan pangan dan perbaikan gizi nasional membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, media massa, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat luas.
“Jupnas Gizi siap menjadi mitra strategis dan independen dalam mengawal penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif terkait isu ketahanan pangan dan gizi. Kami percaya bahwa keberhasilan program-program gizi nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat, transparansi, dan komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Jupnas Gizi menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan baru Badan Gizi Nasional dalam melanjutkan dan memperkuat berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, serta peningkatan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Jupnas Gizi berharap transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional dapat berlangsung dengan baik dan menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. (**/red)