Bandar Lampung, buanainformasi.tv — Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa (17/2/2026), untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah. 

 

Rakor tersebut dipimpin langsung Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar. Kegiatan ini juga dihadiri jajaran Forkopimda, pejabat Kementerian Perhubungan, dan kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. 

 

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan bahwa Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama Pulau Sumatera. Setiap musim mudik Lebaran, arus penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni menjadi perhatian nasional karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa menuju Sumatera. 

 

Ia menyampaikan bahwa kesiapan pelayanan dan koordinasi harus dilakukan secara cermat agar arus mudik dapat berjalan lancar. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengapresiasi berbagai kebijakan pemerintah pusat yang dinilai membantu masyarakat saat mudik, seperti:

  1. diskon tarif pesawat dan kereta api,

  2. diskon tarif tol,

  3. serta program mudik gratis. 

 

Menurut Gubernur, kebijakan Work From Anywhere (WFA), libur sekolah, dan cuti bersama juga diperkirakan dapat membantu mengurai kepadatan arus mudik. Namun peningkatan mobilitas tetap perlu diantisipasi dengan kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. 

 

Terkait kondisi infrastruktur, Gubernur menyampaikan bahwa jalan provinsi dalam kondisi mantap mencapai 79,79 persen. Pemerintah Provinsi menargetkan tidak ada lagi jalan berlubang sebelum puncak arus mudik melalui percepatan perbaikan jalan provinsi maupun koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk penanganan jalan nasional serta kabupaten/kota. 

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo melaporkan bahwa pada Lebaran sebelumnya terjadi kenaikan sekitar 10 persen pergerakan penumpang di berbagai moda transportasi. Tantangan terbesar tetap berada pada sektor penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi titik utama arus mudik. 

 

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, serta operator transportasi. Dengan sinergi lintas sektor tersebut, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Lampung diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan terkendali.